JATIMTIMES - Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah video yang menyoroti dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebuah sekolah dasar disebut tetap menerima jatah makanan harian meski tidak memiliki murid yang aktif bersekolah.
Video tersebut pertama diunggah oleh akun Instagram @gumilar.matpeci dan kemudian dibagikan ulang oleh akun TikTok @SurabayaTV. Dalam narasi video disebutkan bahwa lokasi kejadian berada di SDN Batuporo Timur 1, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Baca Juga : Ramai Isu Hukum, Rektor Unikama Pastikan Aktivitas Akademik Berjalan Normal
Rekaman yang diunggah pada 20 Januari oleh seorang warga bernama Zainudin memperlihatkan kondisi sekolah yang tampak sepi tanpa aktivitas belajar mengajar. Lingkungan sekolah terlihat tidak terawat, dengan rumput liar tumbuh di sejumlah area halaman dan bangunan.
Dalam keterangan unggahan tertulis, “Konyol jatah MBG 63 porsi setiap hari, tapi tidak ada muridnya,” kalimat yang kemudian memicu beragam reaksi dari warganet.
Tak hanya menyoroti absennya siswa, video tersebut juga memperlihatkan dugaan aktivitas sejumlah oknum guru yang dinilai tidak mencerminkan kegiatan pendidikan. Beberapa di antaranya tampak bersantai di jam sekolah, seperti membuat kopi dan menikmati hiburan musik, alih-alih menjalankan proses belajar mengajar.
Ironisnya, meskipun tidak terlihat adanya kegiatan pendidikan, sekolah tersebut disebut tetap menerima alokasi program Makan Bergizi Gratis sebanyak 63 porsi setiap hari. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara jika benar terjadi tanpa pengawasan yang ketat.
Lebih lanjut, dalam video juga disampaikan bahwa dari delapan guru yang tercatat secara administratif di Dinas Pendidikan, diduga hanya empat orang yang rutin hadir dan menjalankan tugas di sekolah tersebut.
Video ini pun menuai sorotan warganet. Tak sedikit yang terheran-heran dengan beredarnya video tersebut. "Terus di kemanakan mbg nya di makan sendiri sama orang di situ(guru) atau di balik kan? ini niii agak laen sendiri wkwk," tulis @望
"Laahhh,,,kek gitu kan juga butuh data dapodik siswa toh gha mungkin pihak MBG ngeluarin MBG kalo gha ada data sah nya," sahut akun @No_Name
"Eh gimana sih kok bisa," komen akun @Michelle terheran-heran.
Klarifikasi Resmi dari Kepala SPPG
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Shavina Shavira memberikan klarifikasi resmi kepada publik. Klarifikasi itu disampaikan melalui akun TikTok resmi @sppg.shavina.shavira dan dikutip oleh sejumlah media nasional.
Shavina menegaskan bahwa informasi yang menyebut SDN Batuporo Timur 1 tidak memiliki murid tidak sepenuhnya benar.
Baca Juga : Fakta-Fakta Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Anggota Tetap Bayar 16 Triliun
“Sekolah tersebut merupakan sekolah resmi dan masih memiliki siswa aktif. Penyaluran MBG dilakukan berdasarkan data yang terverifikasi dan disertai dokumentasi saat makanan dibagikan,” ujar Shavina dalam keterangannya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi sekolah yang terlihat sepi dalam video viral tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan, karena kehadiran siswa tidak selalu berlangsung bersamaan setiap hari, serta terdapat perbedaan jadwal dan pola kegiatan belajar.
Meski klarifikasi telah disampaikan, perbedaan antara kondisi lapangan dalam video viral dan data resmi yang disampaikan pihak SPPG masih memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Sejumlah pihak mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang dan instansi terkait untuk melakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh, termasuk mengecek jumlah siswa aktif, kehadiran guru, serta mekanisme penyaluran MBG agar program tersebut benar-benar tepat sasaran.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan langsung dan keterbukaan informasi dalam pelaksanaan program nasional, khususnya yang menyangkut penggunaan anggaran negara dan pemenuhan gizi anak.
