Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkot Malang Kenalkan Asal-usul Nama Wilayah ke Gen Z Pakai Konten Digital

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

25 - Jan - 2026, 17:28

Placeholder
Kepala Diskominfo Kota Malang, M. Nur Widianto.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Nama-nama kawasan di Kota Malang tak sekadar penunjuk lokasi. Di baliknya, tersimpan cerita sejarah dan memori sosial warga yang terbentuk sejak lama. Cerita-cerita itulah yang kini coba dihidupkan kembali oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui rubrik digital bertajuk Menolak Lupa.

Rubrik tersebut digagas sebagai bagian dari strategi komunikasi publik untuk menjangkau generasi muda, terutama Gen Z, yang dinilai mulai berjarak dengan sejarah lokal kotanya sendiri.

Baca Juga : Bukan hanya Indonesia, Sejumlah Negara Ini Juga Dilanda Hujan Deras

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, M. Nur Widianto, menyebut penguatan rubrikasi digital ini menjadi salah satu cara Pemkot menerjemahkan visi Wali Kota Malang dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat.

“Rubrik ini kami siapkan sebagai medium untuk merawat memori bersama. Banyak penamaan wilayah yang sebenarnya punya cerita panjang, tetapi kini mulai dilupakan,” kata Wiwid, sapaan akrabnya.

Ia mencontohkan sejumlah kawasan yang lebih dikenal lewat sebutan populer ketimbang nama administratif. Kayutangan, misalnya, secara resmi tercatat sebagai Jalan Basuki Rahmat. Namun, dalam keseharian warga, sebutan Kayutangan tetap hidup dan melekat.

Hal serupa juga terjadi pada kawasan Betek yang merujuk pada Jalan Mayjend Panjaitan, serta Tongan yang dikenal sebagai sebutan untuk wilayah Jalan Ade Irma Suryani.

Menurut Wiwid, generasi muda saat ini cenderung mengenal wilayah hanya dari papan nama jalan atau aplikasi peta digital. Padahal, di balik nama-nama tersebut tersimpan latar sosial dan sejarah yang menjadi identitas kota. “Padahal sebutan-sebutan lokal itu lahir dari dinamika masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sayangnya, pelan-pelan mulai tergerus,” ujarnya.

Baca Juga : Heboh Isu Giveaway Settingan, Willie Salim Akhirnya Buka Suara

Melalui rubrik Menolak Lupa, Diskominfo berharap dapat membangkitkan kembali ikatan emosional warga dengan Kota Malang. Terutama bagi warga yang kini menetap di luar daerah, agar tetap memiliki kedekatan batin dengan kampung halamannya.

Tak hanya fokus pada nama jalan, rubrik ini juga mengangkat penamaan wilayah berbasis pedukuhan dan kearifan lokal yang hidup dalam keseharian masyarakat. “Yang kami angkat bukan sekadar nama resmi, tapi sebutan-sebutan lokal yang menjadi bagian dari identitas warga. Itu yang ingin kami hadirkan kembali sebagai ruang belajar budaya,” pungkas Wiwid.


Topik

Pemerintahan diskominfo kota malang m nur widianto wiwid gen z kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Magetan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya