JATIMTIMES - Setahun kepemimpinan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dan Ahmad Baharudin, arah pembangunan menunjukkan arah yang terang dan optimis.
Pemerintah Kabupaten di bawah kepemimpinan H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., bersama Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M., memusatkan fokus pada percepatan perbaikan infrastruktur, terutama penanganan jalan rusak yang selama ini menjadi sorotan publik.
Baca Juga : Cap Go Meh 2026 Apakah Libur Nasional?
Bupati Gatut Sunu menegaskan kebijakan pembangunan disusun secara realistis, terukur, dan selaras dengan kemampuan fiskal daerah.
Perhatian utama adalah yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Infrastruktur, khususnya jalan, adalah kebutuhan mendasar. Seluruh program telah dirancang matang dan disesuaikan dengan kapasitas anggaran daerah,” ujarnya.
Dalam pemerintahan yang dipimpinnya, ia mengalokasikan anggaran infrastruktur jalan tahun 2026 sekitar Rp318 miliar. Nilai ini disebut sebagai yang terbesar dalam lima tahun terakhir, bahkan diklaim lebih dari tiga kali lipat dibanding rata-rata belanja penanganan jalan pada periode sebelumnya.
Di tengah tekanan fiskal yang dialami banyak daerah akibat dinamika transfer pusat, Tulungagung dinilai masih memiliki ruang gerak untuk menjalankan program prioritas. Disiplin perencanaan dan penganggaran disebut menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
Anggaran ratusan miliar rupiah itu akan diarahkan pada sejumlah proyek strategis lintas kecamatan, antara lain:
• Penanganan ruas Jembatan Ngujang Dua hingga Sambirobyong ke arah selatan
• Ruas Sumbergempol, dari perempatan ke selatan hingga Tugu Garuda
• Wilayah Ngunut, termasuk jalur penghubung antar desa
• Akses menuju Kalidawir dan sekitarnya
• Rejotangan sekitar Rp14 miliar
• Pucanglaban sekitar Rp19 miliar
• Kalidawir sekitar Rp21 miliar
• Tanggunggunung mendekati Rp25 miliar
• Campurdarat melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD)
• Ruas Pelem–Gedangan
• Kecamatan Besuki dengan kombinasi anggaran daerah dan pusat.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menjangkau Sendang, Pagerwojo, Kedungwaru, Gondang, Ngantru, Karangrejo, Bandung, Pakel, hingga Tulungagung Kota.
Pemerintah kabupaten menegaskan sebagian proyek masih berada dalam tahapan lelang dan tender sesuai prosedur. Seluruh proses diklaim mengikuti ketentuan perundang-undangan guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Baca Juga : Atasi Kemiskinan Ekstrem, Bupati Jember Siapkan Skema Pengiriman 1000 Pekerja Migran
Untuk capaian selama masa kepemimpinan berjalan, sepanjang 34,50 kilometer jalan telah ditangani, sembilan unit jembatan diperbaiki, serta 9,68 kilometer jaringan irigasi direhabilitasi.
Di sektor sosial dan ekonomi, program yang telah direalisasikan antara lain Gerakan Pangan Murah di 19 kecamatan, rehabilitasi 11 pasar rakyat, BLT Miskin Ekstrem kepada 1.040 penerima, BLT Disabilitas kepada 385 penerima, serta perbaikan 94 gedung sekolah.
Pemkab juga menyatakan komitmen mendukung program prioritas nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, dan persiapan Sekolah Rakyat.
Bupati GS menekankan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan proses administratif dan teknis yang tidak singkat. Ia meminta masyarakat bersabar sekaligus berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan program.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawal pembangunan. Jika ada indikasi penyimpangan, laporkan langsung,” tegasnya.
Dengan lonjakan anggaran dan fokus pembangunan yang semakin jelas, tahun 2026 menjadi ujian sekaligus momentum penting bagi Tulungagung.
