Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Landmark Media Arts Perkuat Identitas Global Kota Malang, Dorong Ekraf Kian Menggeliat

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Apr - 2026, 17:17

Placeholder
Landmark Malang City of Media Arts di kawasan Alun-Alun Merdeka (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kehadiran landmark Malang City of Media Arts di kawasan Alun-Alun Merdeka tidak sekadar menjadi penanda visual baru bagi kota. Lebih dari itu, ikon ini mulai diposisikan sebagai penguat narasi besar Kota Malang sebagai bagian dari jaringan kota kreatif dunia yang diakui UNESCO.

Peresmian yang dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi ke-112 Kota Malang, Rabu (1/4) kemarin, menjadi momentum penting dalam perjalanan kota ini meneguhkan diri di kancah global. Status sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network bidang Media Arts sejak 2025 kini diperkuat melalui simbol yang dapat diakses dan dinikmati langsung oleh masyarakat.

Baca Juga : 83 Siswa Tembus PTN, 12 Go Internasional: Prestasi Gemilang MAN 2 Kota Malang

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menilai, pengakuan internasional tersebut bukan sekadar prestise. Melainkan cerminan dari ekosistem ekonomi kreatif yang terus tumbuh dan berkembang.

"Capaian ini menjadi bukti, bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang telah berkembang dan diakui secara internasional. Dan sekaligus menjadi bukti bahwa Kota Malang sejajar dengan kota-kota dunia seperti Seoul dan Paris dalam bidang Media Arts,” ujar Wahyu.

Di tengah berkembangnya industri kreatif, landmark ini diharapkan menjadi pemantik baru bagi tumbuhnya aktivitas kreatif di ruang publik. Letaknya yang strategis di jantung kota dinilai mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni, kreator digital, hingga wisatawan.

Tidak hanya menjadi latar berfoto, landmark ini juga membawa pesan kuat tentang perjalanan dan arah masa depan Kota Malang. Desainnya yang sarat filosofi menggambarkan transformasi kota dari masa ke masa, sekaligus semangat untuk terus melangkah maju.

Perwakilan tim dozzier, Amar Alpabet, menegaskan bahwa karya ini merupakan representasi nyata dari capaian Kota Malang di tingkat global sekaligus simbol kekuatan industri kreatif lokal.

"Ini merupakan represntasi dan bukti Kota Malang yang masuk dalam jaringan kota kreatif dunia dari UNESCO. Dan landmark ini juga memiliki makna dan filosofi yang melambangkan semangat dan kekuatan industri kreatif di Malang," ujar Amar.

Hal senada disampaikan perancang dari Asosiasi Desainer Grafis Indonesia, Dimas Fakhruddin. Ia menjelaskan bahwa bentuk landmark yang bertransformasi dari posisi miring menjadi tegak lurus mencerminkan optimisme terhadap masa depan kota yang semakin kokoh.

"Kemudian ada elemen patah-patah pada desain mencerminkan keberagaman subsektor media art yang saling terhubung," ungkap Dimas.

Baca Juga : Daftar Negara yang Tidak Merayakan Paskah Secara Nasional, Ini Alasannya

Proses panjang perancangan hingga realisasi landmark ini juga menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan studio arsitektur Ciridiri. Konsep berundak tiga yang diusung mengikuti filosofi logo Media Arts Kota Malang, mempertegas identitas visual kota kreatif.

"Secara keseluruhan, proses desain hingga realisasi memakan waktu hampir satu setengah tahun, sejak pengajuan identitas visual untuk lampiran pendaftaran kota kreatif UNESCO, sejak akhir 2024 hingga tahap penyempurnaan akhir dan resmi ditetapkan pada Oktober 2025, lalu," jelas Dimas.

Dengan pendekatan desain yang dapat dinikmati dari berbagai sudut pandang, landmark ini menjadi simbol keterbukaan dan keberagaman dalam dunia media arts. Kehadirannya diharapkan tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat daya tarik Malang sebagai destinasi kreatif.

"Saat dari depan bisa dilihat bentuknya, memang membawa konsep sedikit abstrak agar semua unsur bisa masuk. Kemudian dari atas juga bisa terlihat bentuknya, serta dari belakang juga. Ini adalah wujud kreativitas," pungkasnya.

Seiring dengan itu, landmark Malang City of Media Arts kini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperluas jejaring global. Kota Malang pun semakin percaya diri melangkah sebagai salah satu pusat kreativitas yang diperhitungkan di tingkat dunia.


Topik

Pemerintahan Pemkot Malang Landmark Media Arts Identitas Global Kota Malang Ekraf



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Magetan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan