Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pasukan Yonzipur 5/ABW Malang Tuntaskan Penanganan Pascabencana di Aceh, Turut Bangun Jembatan hingga MCK

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

19 - Mar - 2026, 10:26

Placeholder
Komandan Yonzipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho ketika disambut pihak keluarga usai menuntaskan misi kemanusiaan penanganan pascabencana di Aceh pada Rabu (18/3/2026). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ratusan pasukan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Yonzipur 5/ABW) telah kembali usai menjalankan tugas misi kemanusiaan di Provinsi Aceh. Sebelumnya, ratusan pasukan Yonzipur 5/ABW tersebut telah melakukan beragam penanggulangan pascabencana mulai dari pembangunan jembatan hingga Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

Dari pantauan JatimTIMES, setibanya di Markas Yonzipur 5/ABW di Kabupaten Malang, kedatangan ratusan pasukan tersebut juga turut disambut oleh pihak keluarga, Rabu (18/3/2026). Para pasukan kemudian mengikuti serangkaian upacara di Lapangan Upacara Panglima Soedirman Yonzipur 5/ABW.

Baca Juga : Kodim 0818 Bakal Lanjutkan Bangun Jembatan Garuda di 7 Titik Kabupaten Malang

Upacara saat itu dipimpin langsung oleh Komandan Yonzipur 5/ABW Letkol Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho. "Kami telah melaksanakan tugas selama tiga bulan, lokasinya ada di Kabupaten Aceh Utara dan juga Kabupaten Bener Meriah. Sedangkan untuk pasukan yang kami bawa kemarin itu ada 342 personel," ujarnya saat ditemui JatimTIMES usai memimpin upacara.

Dijelaskan Wahyu, ratusan pasukan yang ditugaskan di Aceh tersebut tidak hanya dari Yonzipur 5/ABW saja, melainkan juga melibatkan pasukan gabungan. Yaitu mulai dari pasukan Infanteri, Armed, termasuk dari unsur kesehatan, Bekang, Pusat Perhubungan, hingga Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (AD).

"Ini adalah Satgas Komposit, jadi gabungan dari seluruh kecabangan," jelas Wahyu.

Selama tiga bulan bertugas, dijabarkan Wahyu, ratusan pasukan yang dilibatkan telah berhasil melaksanakan beberapa penanganan pascabencana. Di antaranya ialah pembersihan fasilitas umum.

"Kami berhasil melaksanakan pembersihan fasilitas umum sebanyak 89 titik yang meliputi dayah atau pondok pesantren, masjid, meunasah, puskesmas, kantor pemerintah, dan juga kantor-kantor desa, termasuk pasar," bebernya.

Selain itu, lanjut Wahyu, ratusan pasukan yang dikerahkan tersebut juga telah melaksanakan pembuatan MCK untuk para pengungsi. "Jumlahnya sebanyak 50 unit MCK yang tersebar di seluruh Aceh Utara, yang mana itu langsung kami bangun di lokasi-lokasi penampungan pengungsi," imbuhnya.

Pada misi selanjutnya, ratusan pasukan yang melibatkan Yonzipur 5/ABW tersebut juga turut membangun Hunian Sementara (Huntara). Baik yang meliputi pembangunan Huntara dari kayu maupun Huntara dari baja ringan.

"Jumlah Huntara untuk pengungsi yang kami bangun ada sebanyak 46 unit untuk pengungsi dan juga
jembatan. Pembangunan jembatan tersebut mulai dari awal maupun revitalisasi sebanyak 16 unit jembatan," imbuhnya.

Baca Juga : Kuto Bedah di Malang Ternyata Bekas Pusat Pemerintahan Tumapel yang Ditaklukkan VOC

Belasan jembatan yang dibangun tersebut meliputi jembatan bailey, modular, garuda, jembatan gantung, jembatan apung, jembatan darurat, maupun jembatan improvisasi dan jembatan aramco. "Selama menjalankan tugas, ada pengerjaan yang sesuai target dan ada juga yang melampaui target. Contohnya yang jembatan, itu melampaui target atau over prestasi," tuturnya.

Wahyu mengungkapkan, pembangunan jembatan tidaklah mudah. Terlebih jika dibangun pada kawasan pascabencana. "Dalam waktu cuma 2,5 bulan sampai dengan tiga bulan, pembangunan 16 jembatan itu sesuatu yang sulit dicapai. Namun kemarin terbukti pasukan ini mampu melaksanakan tugas tersebut," ujarnya.

Selain jembatan, diakui Wahyu, pembangunan MCK yang mencapai 50 unit di tenda pengungsian tersebut juga melampaui dari target. "Termasuk beberapa kegiatan baksos yang kami lakukan itu melampaui target, karena kami tugasnya sebenarnya melaksanakan pembersihan hingga pembangunan infrastruktur darurat. Tapi kami masih bisa melaksanakan kegiatan baksos pemulihan mental dan kesehatan," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, pasukan Yonzipur 5/ABW juga turut terlibat dalam pendistribusian bantuan kepada para korban terdampak bencana. Baik itu bantuan dari pemerintah maupun relawan. "Jadi menurut kami itu juga termasuk over prestasi," tuturnya.

Pada realisasinya, diutarakan Wahyu, pihaknya juga turut melibatkan sejumlah pihak terkait maupun pasukan yang fasih menggunakan bahasa daerah Aceh. Sehingga memudahkan pada saat melaksanakan kegiatan pascabencana.

"Walaupun kami pasukan Zeni, namun kami masih bisa melaksanakan beberapa kegiatan baksos termasuk kesehatan di sana," pungkasnya.


Topik

Peristiwa Wahyu Wuhono Widhi Nugroho yonzipur-5



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Magetan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya