JATIMTIMES - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar mewakili Bupati Malang HM. Sanusi memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang dalam rangka pengendalian inflasi dengan membahas beberapa harga bahan pokok dan barang penting menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam kegiatan High Level Meeting TPID Kabupaten Malang hadir para pejabat dari unsur Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Kodim 0818/Malang-Batu, Polres Malang, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Malang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Bulog, Pertamina, Hiswana Migas, Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kabupaten Malang, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Baca Juga : Peningkatan Patroli Ramadan Turut Sasar Pencegahan Pencurian, Terjadi Belasan Kasus Jelang Idul Fitri
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar menyampaikan, secara fundamental kondisi ketahanan pangan daerah berada pada level aman dan surplus. Hal itu mengacu pada data BPS Kabupaten Malang.
Di mana untuk neraca pangan menunjukkan ketersediaan padi sebesar 118.085 ton dengan surplus 48.881 ton; bawang merah 12.274 ton dengan surplus 8.434 ton; cabai rawit 18.883 ton dengan surplus 16.394 ton; daging ayam 10.542 ton surplus 335 ton; telur ayam 12.184 ton surplus 3.467 ton; serta daging sapi 2.262 ton surplus 206 ton.
"Secara kuantitatif, kapasitas pasokan cukup untuk menopang lonjakan permintaan Ramadan dan Idul Fitri. Namun kewaspadaan tetap diperlukan pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca serta protein hewani dengan ketahanan stok relatif tipis," ungkap Budiar dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Selanjutnya, dari sisi dinamika harga, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang mengalami volatilitas signifikan. Pada Januari 2026, IPH bergerak turun hingga -3,00 (M4). Lalu kondisi tersebut berbalik tajam menjadi 2,53 pada pekan pertama Februari 2026 dan berada di kisaran 1,39–2,32 hingga minggu ketiga.
Menurut Budiar, pergeseran sebesar 5,53 poin tersebut mencerminkan tekanan musiman akibat peningkatan permintaan dan faktor curah hujan tinggi yang mengganggu produksi hortikultura. Cabai rawit menjadi kontributor dominan fluktuasi harga sepanjang 2025 hingga awal 2026, diikuti daging ayam ras dan bawang merah.
"Sektor pertanian Kabupaten Malang memiliki fondasi kuat dengan luas lahan padi sekitar 40 ribu hektare dan harga gabah kering panen Rp 6.500 sampai Rp 7.000 per kilogram ini termasuk tertinggi di Jawa Timur," tutur Budiar.
Ia juga menyampaikan, produktivitas panen perdana padi varietas SUKMA yang mencapai 12 ton per hektare. Di sektor hortikultura, luas tanam mencapai 40 ribu hektare dengan komoditas unggulan bawang merah varietas batu ijo, jeruk, dan melon.
Pola intervensi pasar juga terus dilakukan oleh Pemkab Malang melalui program Gerakan Pangan Murah dan Pasar Lebaran 2026 di masing-masing kecamatan. Di mana masyarakat sangat antusias untuk menghadiri kegiatan-kegiatan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Lebaran 2026.
"Ke depan langkah tersebut juga akan didukung dengan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi bersama ID Food, serta optimalisasi sistem pemantauan harga SIHARKEPO di 21 pasar," ujar Budiar.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Dedy Prasetyo, melaporkan inflasi Februari 2026 sebesar 0,75 persen (month-to-month) atau 4,81 persen (year-on-year), didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau serta perawatan pribadi.
Dedy menambahkan, komoditas utama penyumbang inflasi adalah cabai rawit, emas perhiasan dan daging ayam ras. Sedangkan bensin dan beberapa sayuran mengalami deflasi.
"Curah hujan menengah hingga tinggi pada Maret berpotensi menekan produksi hortikultura dan meningkatkan risiko inflasi pangan menjelang Idul Fitri. Dalam analisis historis HBKN 2022–2025, cabai rawit konsisten menjadi penyumbang inflasi tertinggi," beber Dedy.
Pihaknya juga memberikan rekomendasi penguatan ketahanan pasokan melalui perluasan kerja sama antar daerah, operasi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga, serta peningkatan kualitas neraca pangan daerah guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar. Dari sisi digitalisasi, indeks TP2DD Kabupaten Malang semester II tercatat 96 persen. Kondisi tersebut masih perlu ditingkatkan dibandingkan dengan daerah lain.
Baca Juga : Baznas Tulungagung Ajak Belanja Kebutuhan Lebaran, Ratusan Anak Yatim Bahagia
"Sebaliknya Pertumbuhan QRIS menunjukkan tren positif sebagai akselerator transaksi ekonomi. Pada 2025, Kabupaten Malang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,9 persen, peringkat ketiga se-Jawa Timur," ujar Dedy.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini menyampaikan, pola musiman Ramadan selalu mendorong kenaikan harga pangan strategis, terutama kelompok cabai yang paling volatil. "Optimalisasi intervensi pasar dan pemantauan harian komoditas volatile food menjadi krusial untuk mempercepat respons stabilisasi," jelas Erny.
Selanjutnya, BPS juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas IPH sebagai instrumen early warning system serta penguatan literasi belanja yang bijak untuk meredam pembelian yang berlebihan.
Selain itu, data Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang menunjukkan proyeksi kebutuhan meningkat 8 sampai 10 persen pada puncak lebaran, dengan jumlah penduduk 2,77 juta jiwa.
Untuk konsumsi beras tercatat 67,41 kg/kapita/tahun atau sekitar 187 ribu ton per tahun. Komoditas padi, jagung, cabai, bawang merah dan gula mengalami surplus yang relatif besar dengan ketahanan stok 2,5 sampai 19 bulan; komoditas daging ayam 0,08 bulan; daging sapi 0,27 bulan; dan minyak goreng 0,15 bulan memerlukan pengawasan ketat dari sisi distribusi.
Selanjutnya dari aspek distribusi dan stabilisasi, Perum Bulog Sub Divre Malang mengelola 31 gudang berkapasitas total 93.980 ton. Untuk stok beras di Gudang Kebonagung tercatat sekitar 18 ribu ton. Realisasi pengadaan beras setara beras hingga awal Maret mencapai 23.883 ton atau 31 persen target tahunan.
Program SPHP terealisasi 15.983 ton atau 64 persen dari target. Kemudian untuk distribusi Minyakita mencapai 120.451 liter. Harga eceran tertinggi beras di tingkat grosir dijaga pada kisaran Rp 11.000 sampai Rp 11.600 per kilogram untuk menjaga keseimbangan produsen dan konsumen.
Lebih lanjut, pihak Satgas Pangan Polres Malang juga mencatatkan bahwa tidak ada temuan penimbunan hingga awal Maret 2026. Di mana kondisi itu terlihat dari respon kengaduan yang kurang 24 jam.
Dari hasil pemantauan ke pasar-pasar yang dilakukan oleh Satgas Pangan Polres Malang, harga beras medium Rp 13.000 per kilogram, premium Rp 14.500 per kilogram, Minyakita Rp 15.700 per liter, daging ayam ras Rpbl 35.000 per kilogram, telur Rp 29.000 per kilogram; dan cabai rawit merah Rp 80.000 per kilogram. Cabai rawit menjadi komoditas paling rentan akibat supply shock cuaca.
Dari hasil rapat High Level Meeting, TPID Kabupaten Malang menyimpulkan bahwa kondisi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah berada dalam situasi relatif terkendali dengan pasokan aman dan instrumen stabilisasi aktif.
Meskipun begitu, kewaspadaan terhadap volatilitas hortikultura, kelancaran distribusi, serta pengendalian ekspektasi inflasi tetap menjadi prioritas. Sinergi TPID dan TP2DD, penguatan produksi lokal, serta koordinasi lintas sektor menjadi fondasi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kabupaten Malang secara berkelanjutan.
