Longsor Terjang Payung 3, Tebing 12 Meter Ambrol Sempat Tutup Badan Jalan Jalur Batu-Malang
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Nurlayla Ratri
10 - Apr - 2026, 08:31
JATIMTIMES – Jalur utama penghubung Kota Batu dengan wilayah barat (Pujon/Ngantang) kembali dilanda bencana alam. Hujan lebat dengan intensitas tinggi memicu terjadinya tanah longsor di kawasan Jalan Trunojoyo atau tepatnya di Payung 3, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, pada Kamis (9/4/2026) malam.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.42 WIB tersebut mengakibatkan tebing setinggi 12 meter ambrol. Material tanah bercampur vegetasi menutup sebagian badan jalan nasional, yang sempat memicu gangguan arus lalu lintas di jam sibuk malam hari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Suwoko, mengonfirmasi bahwa kondisi tanah di area tebing Payung menjadi sangat labil akibat jenuh air setelah diguyur hujan deras sejak sore. Longsoran tersebut memiliki dimensi tinggi sekitar 12 meter dengan panjang 6 meter dan lebar 1 meter.
"Material longsor berupa tanah yang bercampur vegetasi turut menyeret rumpun bambu ke badan jalan. Kondisi ini sempat mengganggu akses lalu lintas bagi kendaraan yang melintas dari arah Batu menuju Malang Barat maupun sebaliknya," ujar Suwoko saat dikonfirmasi.
Mengingat pentingnya jalur ini bagi akses ekonomi dan logistik, tim gabungan lintas instansi segera diterjunkan ke lokasi. Proses pembersihan material dilakukan secara sinergis oleh BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, hingga Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur.
"Petugas di lapangan melakukan pembersihan material secara manual dan dibantu alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Selama penanganan, personel Polri dan TNI membantu pengaturan arus lalu lintas dengan sistem buka-tutup," tambahnya.
Material longsor berhasil dibersihkan dalam waktu singkat. Saat ini, arus lalu lintas di kawasan Payung 3 dilaporkan telah kembali normal.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem Kota Batu: Pohon Tumbang Jalur Payung 2 hingga Plengsengan Ambrol di Bumiaji
Meski jalan sudah bisa dilalui, BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan.
"Kami merekomendasikan kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan waspada saat melewati wilayah rawan longsor, terutama saat hujan turun. Kawasan Payung memiliki karakteristik tanah yang mudah jenuh air," pungkas Suwoko.
Dalam kejadian ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material pada kendaraan yang melintas. Petugas gabungan dan relawan masih terus bersiaga untuk memantau titik-titik rawan lainnya di sepanjang jalur provinsi tersebut.
