Longsor Ganggu Jalur Nasional di Trenggalek, Agus Cah DPRD Jatim Desak Penanganan Cepat

05 - Mar - 2026, 06:31

Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Agus Cahyono.

JATIMTIMES - Peristiwa longsor yang terjadi di jalur nasional wilayah Kabupaten Trenggalek mengganggu akses utama masyarakat serta arus kendaraan antardaerah. Kondisi ini memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Agus Cahyono.

Terlebih, ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang selama ini menjadi penghubung mobilitas warga, termasuk kendaraan logistik dan kendaraan besar dari berbagai daerah. Agus Cahyono pun meminta pemerintah pusat melalui pengelola jalan nasional segera melakukan penanganan cepat.

Baca Juga : Diminta Administrasi Saat Darurat? KemenHAM: Itu Pelanggaran HAM

Pria yang akrab disapa Agus Cah ini menegaskan bahwa ruas jalan yang terdampak longsor merupakan aset nasional sekaligus jalur strategis yang tidak memiliki alternatif memadai bagi masyarakat.

“Karena itu jalan aset nasional, harapan kita Bina Marga atau PU pusat senantiasa siap siaga untuk mengatasi longsoran. Itu jalan utama dan tidak ada jalan alternatif lain yang benar-benar kondusif,” ujar legislator Fraksi PKS itu.

Menurut Agus, kondisi ini cukup krusial karena jalur tersebut menjadi akses penting bagi distribusi logistik serta mobilitas kendaraan besar yang melintas dari dan menuju sejumlah daerah di wilayah selatan Jawa Timur. Sementara itu, jalan alternatif yang tersedia dinilai kurang representatif, terutama bagi kendaraan bertonase besar.

“Untuk mobil besar dan pengguna dari luar kota tentu tidak mudah melewati jalan alternatif. Maka PU harus siap siaga dan segera mengatasi longsoran ketika terjadi,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim IX yang meliputi Kabupaten Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Magetan, dan Ngawi itu

Ia juga menyoroti titik longsor di kilometer 16 yang dinilai perlu mendapatkan pengecekan menyeluruh, termasuk hingga ke sumber longsoran di bagian tebing atau bukit. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan, terutama saat intensitas hujan masih tinggi.

Selain penanganan darurat, Agus meminta adanya evaluasi teknis secara menyeluruh melalui pemetaan titik-titik rawan longsor di sepanjang jalur tersebut. Tebing yang berpotensi runtuh, menurutnya, harus diperiksa secara berkala, termasuk kondisi pepohonan yang dinilai rawan tumbang.

Baca Juga : Pembiayaan BPKB Solusi Mendapatkan Dana Tunai Saat Bulan Puasa

“Tebing-tebing itu harus dicek, apakah ada potensi longsor saat hujan. Pohon yang berpotensi tumbang sebaiknya segera ditebang daripada nanti menimpa korban,” katanya.

Ia juga mendorong pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan serta kesiapsiagaan petugas saat hujan turun untuk memberikan informasi kepada para pengguna jalan.

“Kalau memang ada titik kerawanan, harus ada peringatan. PU juga harus siaga saat hujan dan memberi informasi kepada pengguna jalan,” pungkasnya.

Agus berharap penanganan cepat dan langkah antisipatif dari pemerintah pusat dapat meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jalur vital Trenggalek tersebut.