Ujian Digital di SMPN 1 Malang Kini Lebih Aman Lewat ADIPATI
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
04 - Mar - 2026, 08:37
JATIMTIMES - Ujian tak lagi sekadar soal kertas dan lembar jawaban. Di SMP Negeri 1 Malang, siswa kini menghadapi sistem ujian digital dengan pengamanan berlapis yang membuat praktik menyontek makin sulit dilakukan.
Melalui platform ADIPATI (Asesmen Digital Terpadu dan Inovatif), sekolah ini menghadirkan sistem terintegrasi yang bukan hanya memfasilitasi ujian, tetapi juga absensi hingga distribusi materi ajar dalam satu genggaman berbasis website.
Baca Juga : Resepsi Adat Hadeging Kadipaten Ngrowo, Lestarikan Sejarah
Guru SMPN 1 Malang, Endra Kuswara, S.Pd., mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam ujian daring adalah potensi kecurangan. Karena itu, ADIPATI dilengkapi sistem proteksi khusus.
“Kami menggunakan Exam Browser Client untuk Android dan Safe Exam Browser untuk perangkat iPhone serta laptop. Dengan konfigurasi ini, siswa tidak bisa sembarangan berpindah aplikasi saat ujian berlangsung,” jelas Endra.
Tak hanya soal keamanan, sistem ini juga memudahkan guru membaca peta kemampuan siswa. ADIPATI secara otomatis menganalisis bobot soal berdasarkan hasil pengerjaan siswa secara real-time. Guru dapat langsung mengetahui soal mana yang tergolong sulit, sedang, atau mudah.
Di sisi siswa, pengalaman ujian digital ini justru dinilai lebih nyaman. Annasya Naureen Avinta, salah satu siswa, mengaku merasa lebih tenang saat mengikuti ujian berbasis ADIPATI.
“Menurut saya lebih adil karena sistemnya cukup ketat. Kalau ada yang mencoba menyontek akan langsung terdeteksi. Kita juga bisa menandai soal yang masih ragu-ragu untuk dicek kembali sebelum mengakhiri ujian,” ujarnya.
Annasya menambahkan, hasil ujian yang keluar lebih cepat membantunya memahami materi mana yang perlu diperbaiki berdasarkan masukan guru.
Kepala SMPN 1 Malang, Risna Widyawati, S.Pd., mengatakan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan akan sistem yang lebih fleksibel dan efisien dibanding metode manual berbasis kertas.
Baca Juga : Cara Dapat Tabung Bright Gas 5,5 Kg Gratis, Ini Syarat dan Lokasinya
“Pelaksanaan ujian berbasis kertas masih menimbulkan berbagai masalah, seperti kurangnya efektivitas. Melalui ADIPATI, kami merangkum berbagai fitur ke dalam satu sistem terintegrasi agar pekerjaan Bapak dan Ibu guru menjadi lebih praktis,” ujar Risna.
Berbeda dengan aplikasi ujian umum, ADIPATI dirancang khusus untuk kebutuhan ekosistem sekolah secara menyeluruh. Fitur manajemen nilai yang mendalam hingga akses materi pembelajaran bisa dibuka siswa kapan saja.
Sekolah juga memastikan tidak ada kesenjangan perangkat di kalangan siswa. Bagi yang tidak memiliki smartphone atau laptop, ujian difasilitasi di laboratorium TIK sekolah agar seluruh siswa tetap mendapatkan akses setara.
Tak hanya itu, pihak sekolah telah menyiapkan SOP jika terjadi kendala teknis seperti baterai lemah atau gangguan sinyal. Karena jawaban tersimpan otomatis di server, progres ujian tidak akan hilang. Jika perangkat pribadi bermasalah, siswa dapat langsung melanjutkan ujian di laboratorium TIK.
Lewat ADIPATI, SMPN 1 Malang tak sekadar beralih ke digital. Sekolah ini sedang membangun ekosistem pembelajaran yang lebih transparan, aman, dan berbasis data sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era teknologi.
