Kabid Pendma Jatim Apresiasi Seleksi Humanis MIN 1 Kota Malang, 723 Pendaftar Rebutkan 252 Kursi

04 - Mar - 2026, 03:57

Dr. H. Sugiyo M.Pd, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Jatim didampingi Kasi Pendam Kemenag Kota Malang, Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd saat memantau jalannya pemetaan dalam PMBM MIN 1 Kota Malang. (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Sugiyo M.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang tahun ajaran 2026. Di tengah ketatnya persaingan 723 pendaftar yang memperebutkan 252 kursi, ia menilai seleksi berjalan profesional, objektif, dan ramah anak.

Sugiyo yang memantau langsung proses pemetaan menyebut performa peserta didik maupun kesiapan panitia menunjukkan kualitas madrasah unggulan. Ia menegaskan, proses seleksi tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi anak-anak.

Baca Juga : Kualitas Menu MBG di Jember Tak Sesuai Standar, LSM TraPP Desak Audit dan Transparansi Anggaran

 

“Saya melihat pemetaan siswa baru di MIN 1 Kota Malang luar biasa. Anak-anak tampil dengan baik dan panitia juga sangat profesional. Materi yang digali adalah hal-hal yang sudah mereka pelajari di RA atau TK, sehingga mereka bisa mengikuti dengan nyaman dan percaya diri,” ungkapnya, Rabu, (4/3/2026).

Menurut Sugiyo, keterbatasan kuota menjadi alasan utama tidak semua calon siswa dapat diterima. Namun ia memastikan, penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan performa saat seleksi berlangsung, bukan karena faktor subjektivitas.

“Yang belum diterima bukan berarti kurang baik. Ini soal kesempatan dan kesiapan saat itu. Kadang yang ditanyakan memang sesuai dengan yang dipelajari anak, sehingga hasilnya optimal. Semua murni berdasarkan penilaian yang terukur,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak madrasah dan masyarakat yang menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan berlangsung. Bahkan, Sugiyo menyebut MIN 1 Kota Malang sebagai salah satu madrasah terbaik di tingkat nasional. Ia mengaitkannya dengan kesinambungan kualitas bersama MTsN 1 dan MAN 2 Kota Malang yang selama ini dikenal sebagai madrasah unggulan di Jawa Timur.

“Ini satu rangkaian madrasah terbaik nasional. Kualitas yang sudah baik ini harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj Siti Aisah SAg MPd, menjelaskan bahwa tingginya animo masyarakat terlihat sejak awal pendaftaran. Tahun ini, sebanyak 723 calon siswa telah terverifikasi melalui sistem daring.

Tahapan seleksi dimulai dari jalur prestasi dan afirmasi pada 2 Maret 2026, dengan pengumuman sehari setelahnya. Dari 150 pendaftar jalur prestasi, 59 anak dinyatakan lolos. Lima anak diterima melalui jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu maupun kategori inklusif dengan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Peserta yang belum lolos pada jalur prestasi mengikuti jalur reguler yang digelar pada 4 hingga 6 Maret 2026. Hari pertama dan kedua masing-masing diikuti 240 anak, sedangkan hari ketiga diikuti 183 peserta.

Baca Juga : Pacu Prestasi Atlet Muaythai Magetan, Bunda Nanik Janjikan Ring Resmi untuk Latihan

 

“Kami tidak menggunakan tes tertulis. Instrumen utama adalah wawancara untuk melihat kesiapan belajar anak,” jelas Aisah, sapaan akrabnya.

Menurutnya, pendekatan ini dirancang agar proses seleksi tidak membebani anak. Dalam wawancara, panitia menggali kebiasaan sehari-hari, tingkat kemandirian seperti memakai sepatu sendiri, hingga hafalan surat pendek.

“Yang kami nilai adalah kesiapan dasar mengikuti pembelajaran. Jadi bukan sekadar kemampuan akademik,” katanya.

Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pendaftar relatif stabil di kisaran 700 hingga 750 anak. Seluruh proses dilakukan melalui sistem daring yang otomatis tertutup sesuai jadwal. Peserta yang belum menyelesaikan input data sebelum batas waktu tidak dapat diproses lebih lanjut.

Tingginya minat masyarakat ini, menurut Aisah, menjadi cerminan kepercayaan publik terhadap mutu pendidikan madrasah. Ia menegaskan komitmen MIN 1 Kota Malang untuk terus menjaga transparansi, profesionalitas, dan kualitas layanan pendidikan di tengah persaingan yang semakin ketat.