Banjir Peziarah Jelang Ramadan, Omzet Penjual Bunga di TPU Samaan Naik 10 Kali Lipat

Reporter

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

18 - Feb - 2026, 05:17

Siti Aisyah (70), warga Pakis, menjadi salah satu pedagang bunga yang merasakan berkah jelang Ramadan 2026 (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Menjelang Ramadan 2026, suasana di kawasan Taman Pemakaman Umum Samaan tampak lebih hidup dari hari-hari biasanya. Arus peziarah yang datang silih berganti membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga ziarah di sekitar area pemakaman tersebut. Lonjakan pembeli bahkan membuat omzet pedagang meningkat drastis hingga 10 kali lipat dibanding hari normal.

Siti Aisyah (70), warga Pakis, menjadi salah satu pedagang yang merasakan berkah tersebut. Di lapak kecilnya, ia tampak cekatan merangkai dan mengemas bunga mawar, kenanga, hingga sedap malam menjadi paket bunga tabur untuk para peziarah.

Baca Juga : BMKG Kembali Lakukan Pengamatan Hilal Meski Awal Ramadan Telah Ditetapkan Pemerintah

Perempuan yang telah berjualan sejak 1959 itu mengaku momentum jelang Ramadan selalu menjadi masa yang dinanti. Tradisi ziarah kubur sebelum memasuki bulan suci menjadi pendorong utama meningkatnya permintaan.

"Alhamdulillah, senang kalau mau Ramadan gini. Ramai yang beli, memang lagi musim ziarah," ucapnya, Rabu (18/2/2026).

Dalam sepekan terakhir, peningkatan penjualan terjadi signifikan. Jika pada hari biasa ia hanya mampu menjual sekitar 10 hingga 15 bungkus bunga per hari, kini jumlahnya melonjak hingga lebih dari 100 bungkus setiap hari.

"Mulai ramai itu sejak Jumat lalu, ini rata rata laku 100 bungkus sehari. Harganya Rp 5 ribu per bungkus," ungkapnya.

Dengan harga terjangkau, bunga ziarah racikannya menjadi pilihan utama para peziarah yang ingin mendoakan keluarga dan kerabat di pusara. Soal ketersediaan stok, Siti mengaku tidak mengalami kendala berarti. Ia telah memiliki jaringan pemasok bunga tetap dari sejumlah daerah seperti Batu, Lawang, hingga Bangil. Sistem pengiriman langsung ke lapak membuatnya tak perlu repot mengambil barang sendiri. 

Baca Juga : Sekdaprov Jatim: Modal Rp 180 Miliar Tak Cukup, Ruang Ekspansi Jamkrida Makin Sempit

"Bunganya kalau habis diantar langsung kesini, jadi saya tidak perlu ke sana," ujarnya.

Selain paket bunga ziarah, Siti juga menjual buket mawar serta bunga sedap malam yang kerap dibutuhkan untuk keperluan pemakaman maupun acara tertentu. Pengalamannya selama lebih dari enam dekade membuatnya piawai membaca momentum pasar, khususnya saat tradisi ziarah menjelang Ramadan tiba.

Ramadan 2026 pun kembali menjadi musim panen bagi para pedagang bunga di TPU Samaan, sekaligus menggerakkan denyut ekonomi kecil di sudut Kota Malang.